GERBANG TERAKHIR
Saiful Latif/240120

Saat mentari mulai redup…
Selimut tebal menyambut gelapnya malam…
Hatiku gelisah…hatiku meronta dengan tanya
Akankah daku berlabuh di pantai yang terang…?

 

Kini labuhan itu tampak di hadapanku
Deru ombak pantai pun menyambutku dengan nyanyian untukku
Melantunkan selamat datang di pantai keberhasilan
Daku pun tersenyum riang di gerbang terakhir
Dengan kepala terbungkus toga untuk ayah dan ibu…

 

Di saat daku menjelajahi lautan ilmu
Tak sadar, daku selalu marah pada ayah dan ibu
Seakan kutitipkan harta karun
Daku pun hanya meminta
Tak peduli bagaimana meraihnya

 

Ibu… Ayah…
Kini… daku pun baru sadar…
Sungguh Lelah dan susah dalam merawatku
Engkau rela tak tidur
Engkau rela menimangku sepanjang malam agar daku nyaman dipundakmu
Air matamu menetes jikalau daku sakit

 

Daku mulai samar mengingat pesanmu dulu
Ketika kulangkahkan tapakanku ke kampung ilmu
Katamu… Nak… belajar yang rajin yaa…
Agar ilmumu berkah,
Agar bisa mendoakan ayah dan ibu nak
Agar ayah dan ibu mendapat siraman surga dari ilmu yang kau amalkan juga nak…
Aku ingat benar pesanmu itu
Kini daku di sini… Mendekap pesanmu dalam qalbu yang melangit

 

Ibu… Ayah…. Aku tahu…
Ilmuku tak sebanding dengan alunan timanganmu dulu
Hatimu sering aku gores dengan kata-kataku
Seakan daku adalah majikanmu
Ilmu yang kuraih tak sebanding dengan lelahmu
Hanya setetes air dari lautan kasih sayang yang engakau curahkan dalam hidupku

 

Ya Allah….
Sayangilah ibuku…. Sayangilah ayahku…
Seperti mereka merawatku dan menyayangiku dikala menangis dalam sekitku

 

Teruntuk guruku….
Hanya terimakasih yang tiada hingga untukmu
Untuk keikhlasanmu menuntunku
Untuk Keikhlasan dan kesabaranmu mengajariku
Lelahmu dalam membimbingku

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *