Khairun Debating Competition

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris – Hari ini tepatnya 18 November 2021 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Menyelengarakan Debat Bahasa Inggris tingkat Universitas yang dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univerisitas Khairun, Dr. Abdulrasyid Tolangara, S.Pd., M.Si.

Dekan FKIP dalam Sambutannya “Debat ini sangat luar biasa karena peserta debat akan adu argument, adu konsep, dan adu ide ide yang cerdas.  Mereka yang terpilih mengikuti debat adalah mahasiswa mahasiswa yang memiliki talenta yang luar bisa”

“Debat yang diselenggarakan ini akan memberi kita informasi baru, ide baru, dan kritis terhadap isu isu terikini” Sumbungnya

Hal ini di perkuat oleh Koordinator Program studi Pendidikan Bahasa Inggris,”kegiatan ini merupakan ajang untuk meningkat kemampuan komunikasi bahasa Inggris mahasiswa di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris”. Selain itu, Mahasiswa termotivasi untuk meningkat kemampuan skill speaking-nya.

Ketua Panitia dalam sambutanya yang diwakili oleh Indry Widyasty Anwar, S.Pd., MA menyampaikan bahwa” Kegiatan ini diikuti dua Universitas yaitu Universitas Muhammadiyah Maluku Utara dan Universitas Khairun. Yang menariknya dalam debat kali ini yaitu peserta memiliki latar belakang tidak hanya dari program studi pendidikan bahasa Inggris.

“24 Peserta terdiri dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Khairun, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univeristas Muhammadiyah Maluku Utara. Fakultas Kedokteran Universitas Khairun, dan Fakultas Tehnik Universitas Khairun” Ketua Panitia yang diwakili oleh Indry Widyasty Anwar, S.Pd., MA.

“Mengangkat tema “Speak up! Be confident, be critical”, kompetisi debat Bahasa inggris yang telah secara rutin dilaksanakan oleh program studi pendidikan Bahasa inggris, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dari berbagai aspek, Tuturnya

Selanjutnya, kata Indry “Melalui kompetisi debat, khususnya dengan media Bahasa inggris, diharapkan setiap peserta bisa mengasah kemampuan berbicara di depan publik, melatih kemampuan berpikir kritis, meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, mengolah informasi, mampu menanggapi isu dan permasalahan dari berbagai perspektif, serta menumbuhkan sikap keterbukaan”.

Selain itu, Indry sebagai Wakil ketua Panitia mengatakan bahwa “tujuan paling utama dari kompetisi ini adalah agar mahasiswa mempraktikkan serta mengasah skill menggunakan Bahasa inggris dalam berbagai konteks yang terangkum dalam topik topik debat yang berbeda. (admin)

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *